Al Muzzammil Yusuf : Mencetak 1.000 Duta Al-Qur’an Berarti Membantu Presiden Wujudkan Amanat Konstitusi
1.000 Orang Duta Al-Qur'an ini insya Allah merupakan warga Indonesia terbaik. Karena yang hadir di sini sedang melaksanakan tugas Presiden Republik Indonesia
Tangerang – Suasana penuh semangat menyelimuti pembukaan Q-IMPACT (Qur’anic Impact Training) yang digelar DPW PKS Banten di Yasmin Hotel, Karawaci, Kabupaten Tangerang. Di hadapan ratusan peserta, Presiden PKS Drs. H. Al Muzzammil Yusuf, M.Si. menyampaikan pesan yang menggugah bahwa gerakan melahirkan 1.000 Duta Al-Qur’an bukan sekadar agenda pembinaan kader, melainkan bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi negara.
Dalam sambutannya, Al Muzzammil menegaskan bahwa setiap peserta yang hadir sesungguhnya sedang mengambil bagian dalam tugas besar negara untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“1.000 Orang Duta Al-Qur’an ini insya Allah merupakan warga Indonesia terbaik. Karena yang hadir di sini sedang melaksanakan tugas Presiden Republik Indonesia,” ujar Al Muzzammil yang langsung disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Ia kemudian mengajak peserta menelusuri amanat Pasal 31 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan bahwa pemerintah wajib mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut Al Muzzammil, kata “pemerintah” dalam pasal tersebut memiliki makna khusus.
“Disebut pemerintah itu artinya eksekutif, bukan pemerintahan. Kalau pemerintahan itu terdiri dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Siapa yang tertinggi di pemerintah? Presiden Republik Indonesia. Apa tugasnya? Mengusahakan dan menyelenggarakan pendidikan nasional,” jelasnya.
Ia melanjutkan, amanat konstitusi tersebut kemudian dijabarkan lebih rinci dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yang tidak hanya mengatur pendidikan formal di sekolah dan perguruan tinggi, tetapi juga pendidikan informal seperti majelis taklim, pengajian ibu dan bapak, serta pendidikan nonformal berupa berbagai pelatihan dan pembinaan.
Karena itu, menurutnya, pelaksanaan Q-IMPACT merupakan bagian dari pendidikan nonformal yang memiliki landasan konstitusional sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung program negara.
“Training seperti ini adalah bagian dari pendidikan nonformal yang diatur dalam Undang-Undang Sisdiknas. Jadi acara kita ini adalah acara kenegaraan yang merupakan tugas pemerintah, tugas Presiden Republik Indonesia. Hari ini kita sedang membantu tugas Presiden Prabowo Subianto,” tegas Al Muzzammil, yang kembali disambut tepuk tangan peserta.
Pernyataan tersebut memberikan perspektif bahwa pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an bukan semata menjadi urusan organisasi atau kelompok tertentu, melainkan merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun bangsa melalui jalur pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.
Melalui Q-IMPACT, DPW PKS Banten menargetkan lahirnya 1.000 Duta Al-Qur’an dari Banten untuk Indonesia Emas 2045. Mereka diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam kapasitas intelektual, tetapi juga memiliki keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, serta kepemimpinan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Bagi Al Muzzammil, membangun Indonesia Emas tidak cukup dengan infrastruktur dan kemajuan ekonomi semata. Indonesia membutuhkan manusia-manusia terbaik yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam berpikir, memimpin, dan mengabdi. Dari ruang-ruang pelatihan seperti Q-IMPACT, cita-cita besar itu mulai ditanamkan, satu demi satu, menuju lahirnya generasi emas Indonesia. (IW)




