Presiden PKS Buka Latansa Tangerang, Tekankan Lima S untuk Perempuan PKS
KABUPATEN TANGERANG — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzammil Yusuf membuka secara resmi Latihan Perempuan Siaga (Latansa) PKS Kabupaten Tangerang di Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Sabtu (13/9/2026).
Lebih dari 1.200 anggota perempuan PKS dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari pembinaan kader dan penguatan kesiapsiagaan tersebut.
Al Muzzammil mengatakan, Latansa bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari kaderisasi untuk membentuk perempuan PKS yang tangguh, siap menghadapi situasi sulit, mampu mencari solusi, peduli terhadap masyarakat, dan memiliki keteguhan spiritual.
“Untuk tahun ini, ini kali pertama saya membuka Latansa di seluruh Indonesia. Di sini tempat pertamanya,” ujar Al Muzzammil, disambut tepuk tangan peserta.
Dalam amanatnya, Al Muzzammil merumuskan lima karakter yang harus melekat pada peserta Latansa, yakni Siaga, Survival, Solutif, Sosial, dan Solihah.
Siaga, berarti kader harus siap menghadapi berbagai situasi, termasuk krisis dan bencana.
“Kita tidak pernah tahu bencana apa yang terjadi. Hope for the best, prepare for the worst—berharap yang terbaik dari Allah, tetapi siap untuk apa pun yang Allah tampilkan,” tegasnya.
Kedua, Survival, yakni kemampuan bertahan dan tetap tenang ketika menghadapi kondisi darurat. Menurutnya, kemampuan tersebut bukan hanya soal fisik, tetapi juga kecakapan menggunakan akal untuk mencari jalan keluar.
Ketiga, Solutif. Kader dituntut tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan, melainkan mampu berpikir kreatif untuk menemukan solusi.
“Tidak ada korek, bagaimana menghidupkannya? Tidak ada air bersih, bagaimana menyaring air yang ada? Solutif artinya pelatihan seperti ini mengajak kita berpikir kreatif,” katanya.
Keempat, Sosial. Kader PKS, lanjutnya, harus siap hadir dan membantu masyarakat, terutama ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat.
Kelima, Solihah. Seluruh kemampuan tersebut harus bermuara pada pembentukan perempuan yang memiliki ruhiyah kuat, fikriyah berkembang, jasadiyah sehat, dan memberi manfaat bagi sesama.
Kaderisasi Harus Berujung Amal
Al Muzzammil menegaskan, kaderisasi PKS tidak boleh berhenti pada kesiapan menghadapi momentum politik atau pemilu. Kader harus hadir dalam persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Ia mencontohkan keterlibatan kader PKS dalam berbagai aksi kemanusiaan dan penanganan bencana. Menurutnya, kerja tersebut merupakan bukti bahwa kaderisasi harus melahirkan pribadi yang tidak hanya kuat secara individu, tetapi juga siap mengabdi.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga tiga kekuatan kader, yakni ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah, yang kemudian diperkuat dengan organisasi yang solid.
“Individu yang kuat ketika dipadukan dengan struktur dan kader yang solid akan melahirkan kerja-kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Al Muzzammil berharap Latansa melahirkan perempuan PKS yang bukan hanya tangguh menghadapi berbagai keadaan, tetapi juga semakin kuat dalam pengabdian.
“Semoga Latansa ini menjadi bagian dari kaderisasi yang melahirkan perempuan-perempuan PKS yang siaga, mampu bertahan, solutif, peduli sosial, dan menjadi perempuan solihah yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.




