SURAT CINTA DARI GUNUNG MALANG
Coretan tinta mereka, lebih dari tinta emas sesungguhnya, karena dari setiap hurufnya ada cinta yang tersirat

Tak pernah disangka, langkah ratusan kader PKS Banten menuju kaki Gunung Malang dan Puncak Periuk Nangkub, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, sejak Juli lalu, ternyata bukan sekadar perjalanan untuk berkemah, belajar, dan menguatkan kebersamaan.
Ada jejak lain yang tertinggal, jejak yang mungkin sederhana bagi sebagian orang, tetapi begitu berarti bagi warga di sekitar lokasi KEMBARA.
Ratusan peserta yang datang dari berbagai wilayah—Kabupaten Tangerang, Lebak, Pandeglang, Serang hingga Kota Cilegon—ternyata membawa berkah bagi masyarakat sekitar.
Warung-warung kecil menjadi lebih ramai. Makanan dan minuman yang dijajakan warga laris dibeli para peserta. Bahkan ketika musim panen durian tiba, para petani durian pun ikut merasakan manisnya rezeki. Buah-buah durian mereka diborong peserta KEMBARA untuk dibawa pulang sebagai buah tangan bagi keluarga tercinta.
Namun, cerita KEMBARA tidak berhenti pada transaksi jual beli.
Sejak awal kegiatan, para peserta juga menghadirkan bakti sosial. Sembako dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Perlengkapan sekolah diberikan kepada anak-anak yatim.
Mungkin yang diberikan tidak seberapa, tetapi bagi mereka, perhatian itu terasa begitu besar.
Dan kemudian, tibalah saatnya peserta KEMBARA harus pulang.
Di saat perpisahan itulah, sebuah pemandangan sederhana berubah menjadi begitu menggetarkan hati.
Anak-anak sekitar lokasi berdiri, membawa secarik kertas yang ditulis dengan tangan mereka sendiri.

Tidak ada kata-kata yang dibuat-buat.
Hanya tulisan sederhana.
Ucapan terima kasih.
Ungkapan kasih sayang.
Dan doa agar orang-orang yang telah datang ke kampung mereka tidak melupakan mereka.
Mata-mata kecil itu menyaksikan satu per satu peserta KEMBARA meninggalkan lokasi.
Ada senyum yang dipaksakan untuk menutupi rasa sedih. Ada binar mata yang menyimpan kerinduan, bahkan sebelum perpisahan benar-benar terjadi.

Mungkin bagi peserta, mereka hanya datang beberapa hari.
Tetapi bagi anak-anak itu, kehadiran mereka telah meninggalkan kenangan yang mungkin akan dikenang jauh lebih lama.
Hari itu kita belajar satu hal:
Kebaikan tidak pernah benar-benar pergi.
Ia tinggal di hati orang-orang yang pernah merasakannya.
Dan ketika langkah kaki mulai menjauh, ketika tenda-tenda dibongkar, ketika suasana kembali sunyi…
sebuah pesan kecil seakan menggema:
“Terima kasih sudah datang.”
Dan dari hati para peserta KEMBARA, jawabannya sederhana:
“PKS akan kembali, ya Nak…
Tunggu kami…
InsyaAllah, kita bertemu lagi.” ❤️
Karena KEMBARA bukan hanya tentang perjalanan menuju alam.
“KEMBARA adalah tentang perjalanan hati, datang membawa kebersamaan, pulang meninggalkan cinta dan harapan.”




