
Perubahan dunia bergerak sangat cepat. Tantangan ekonomi global, perkembangan teknologi, hingga persoalan sosial yang semakin kompleks menuntut hadirnya arah kebijakan yang jelas dan berpihak kepada rakyat. Dalam konteks itulah, Musyawarah III Majelis Syura (MMS) PKS yang digelar pada 25–26 Juli 2026 di Kantor DPTP PKS, Jakarta, menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah strategis menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Syura PKS, Mohamad Sohibul Iman, dan dihadiri anggota Majelis Syura dari seluruh provinsi di Indonesia ini menghasilkan empat keputusan strategis yang menjadi panduan perjuangan PKS ke depan.
Mendukung Kebijakan Ekonomi yang Berpihak kepada Rakyat
Keputusan pertama menegaskan dukungan PKS terhadap kebijakan ekonomi nasional yang sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Presiden PKS, Dr. H. Almuzzammil Yusuf, M.Si, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dukungan ini sekaligus menunjukkan komitmen PKS untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mendorong Kemandirian Melalui Ekonomi Syariah
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia memiliki potensi besar dari sumber daya yang dimilikinya. Karena itu, PKS mendorong pemerintah membangun ekosistem regulasi dan kelembagaan yang mampu mengoptimalkan potensi ekonomi syariah.
Pengembangan wakaf produktif, industri halal, dan berbagai instrumen ekonomi syariah diyakini dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkuat kemandirian pendanaan nasional sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.
Mengajak Semua Elemen Bangsa Melawan Praktik Destruktif
MMS III PKS juga menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai persoalan sosial yang semakin mengkhawatirkan, mulai dari korupsi, perjudian online, pinjaman online ilegal, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
PKS mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan karakter, penegakan hukum, dan budaya gotong royong sebagai fondasi menjaga masa depan Indonesia.
Konsisten Membela Kemanusiaan Global
Di tingkat internasional, PKS kembali menegaskan komitmennya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Sikap ini merupakan implementasi amanat Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.
PKS mendorong pemerintah Indonesia bersama parlemen dan seluruh elemen bangsa agar terus memainkan peran aktif dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina serta menghentikan berbagai bentuk pelanggaran kemanusiaan.
Semangat Melayani dan Mengabdi
Bagi PKS, keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam Musyawarah III Majelis Syura bukan sekadar dokumen organisasi, melainkan arah perjuangan yang akan diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Hasil Musyawarah III Majelis Syura menjadi penguat komitmen seluruh struktur dan kader PKS untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, memperkuat ketahanan bangsa, serta mengawal pembangunan yang berkeadilan.
Melalui semangat kolaborasi, pengabdian, dan keberpihakan kepada rakyat, PKS optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan global sekaligus mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang maju, berdaulat, dan sejahtera. Perjuangan tersebut akan terus diwujudkan melalui karya nyata, pelayanan, dan kontribusi yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (IW)




