Najib Hamas : “Kader PKS harus berperan aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat”
Ketua DPW PKS H. M. Najib Hamas bertindak sebagai inspektur upacara penutupan KEMBARA PKS Banten Barat

Serang (PKS Banten) – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten H. M. Najib Hamas meminta kader PKS tidak hanya aktif dalam kegiatan internal partai, tetapi harus mampu hadir, melayani, dan menjadi penggerak di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi, seni budaya, hingga komunitas hobi.
“Setiap kader PKS harus terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran itu bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi bagaimana kita memberikan pelayanan dan menjadi bagian dari solusi bagi kebutuhan masyarakat,” kata Najib Hamas saat menjadi inspektur upacara penutupan Kemah Bela Negara (Kembara) PKS Banten Barat di kawasan Gunung Priuk Nangkub, Cinangka, Kabupaten Serang, Ahad (9/8/2026).
Menurut Najib, kader partai harus mampu membaca berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan kemudian mengambil peran melalui pelayanan yang nyata. Kehadiran kader, kata dia, dapat dilakukan dengan bersinergi bersama kegiatan yang sudah berkembang di masyarakat maupun menghadirkan program baru sesuai kebutuhan warga.

Ia mencontohkan pelayanan advokasi kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan literasi sebagai sejumlah bidang yang dapat menjadi ruang pengabdian kader.
“Jadilah yang terdepan dalam kegiatan keumatan. Kita bisa bersinergi dengan kegiatan yang sudah ada di masyarakat atau menghadirkan program yang memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Najib juga mengingatkan kader agar tidak membatasi aktivitas sosial hanya di lingkungan organisasi. Ia mendorong kader membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai lembaga kemasyarakatan, organisasi keagamaan, kelompok sosial, komunitas seni dan budaya, serta komunitas berbasis hobi.
Menurut dia, keterlibatan kader dalam berbagai ruang sosial penting agar keberadaan kader PKS semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kader PKS harus terus membantu dan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Bahkan, kader diharapkan aktif menjadi penggerak di berbagai organisasi atau komunitas,” katanya.
Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan tujuan kaderisasi yang tidak hanya membentuk kader dengan kapasitas organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian dan kesiapan untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Najib di hadapan sekitar 300 kader PKS tingkat dewasa dari wilayah Banten Barat yang mengikuti Kembara PKS Banten Barat pada 7-9 Agustus 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPW PKS Banten tersebut dipusatkan di kawasan Gunung Priuk Nangkub, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, dan berlangsung selama tiga hari dua malam.
Peserta berasal dari Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, kemampuan tanggap bencana, serta penguatan iman dan takwa.
Selama kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi dari narasumber internal PKS, tetapi juga mendapatkan pembekalan dari unsur kepolisian dan militer. Kehadiran narasumber eksternal tersebut memberikan perspektif mengenai kedisiplinan, bela negara, kesiapsiagaan, serta tanggung jawab warga negara dalam menghadapi berbagai situasi.

Ketua Pelaksana Kembara PKS Banten Barat Daryanto mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun kebersamaan dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.
“Rangkaian kegiatan Kembara banyak memberikan materi praktis tentang kecintaan terhadap bangsa dan negara serta membangun kebersamaan dalam bermasyarakat,” kata Daryanto.
Ia menjelaskan Kembara merupakan salah satu program kaderisasi PKS yang diarahkan untuk memperkuat potensi kader dan membangun karakter yang memiliki semangat membela agama, negara, keluarga, dan organisasi.
Menurut Daryanto, pembekalan melalui kegiatan lapangan diperlukan agar kader tidak hanya memahami nilai-nilai bela negara secara teoritis, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap setelah mengikuti Kembara, kader semakin memiliki kesiapan untuk berkontribusi, mampu bekerja sama dengan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan upacara penutupan yang dipimpin Najib Hamas. Para peserta kemudian diharapkan membawa pengalaman dan nilai yang diperoleh selama tiga hari dua malam tersebut untuk diterapkan dalam aktivitas organisasi maupun pengabdian di tengah masyarakat.
Dengan demikian, Kembara tidak hanya menjadi ruang pembinaan kader, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan kader untuk hadir sebagai pelayan dan penggerak masyarakat di wilayah masing-masing.




