Kabar Wilayah

Dari KEMBARA, Najib Hamas: Spanyol Layak Didukung Bukan Hanya Karena Sepak Bola

Spanyol bukan semata karena kualitas individu para pemainnya, melainkan karena filosofi bermain yang mengedepankan kerja sama tim

Kabupaten Serang, 12 Juli 2026 – Suasana Kemah Bela Negara (KEMBARA) yang digelar di Gunung Malang, Kabupaten Serang, pada 10–12 Juli 2026, tidak hanya menjadi ajang pembinaan karakter, kepemimpinan, dan bela negara bagi para peserta. Di sela-sela kegiatan tersebut, Ketua DPW PKS Banten, HM. Najib Hamas, turut berbagi pandangannya mengenai Piala Dunia FIFA 2026 serta alasan mengapa ia memberikan dukungan kepada Tim Nasional Spanyol.

Menurut Najib Hamas, daya tarik Spanyol bukan semata karena kualitas individu para pemainnya, melainkan karena filosofi bermain yang mengedepankan kerja sama tim.

“Berbeda dengan beberapa negara yang bergantung pada satu bintang, kekuatan utama Spanyol adalah kerja sama tim. Hampir semua pemain mampu menguasai bola dengan baik, saling percaya, dan memahami taktik yang sama. Inilah yang membuat mereka menjadi tim yang sangat kuat,” ujar Najib Hamas.

Ia menilai, filosofi tersebut memiliki kesamaan dengan nilai-nilai yang dibangun dalam KEMBARA. Kepemimpinan yang baik lahir dari kolaborasi, disiplin, saling percaya, dan kemampuan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

“Di KEMBARA kami belajar bahwa kemenangan tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh tim yang memiliki visi yang sama. Nilai itulah yang saya lihat dalam permainan Tim Nasional Spanyol. Sepak bola ternyata juga mengajarkan pelajaran kepemimpinan yang sangat berharga,” lanjutnya.

Selain faktor permainan di lapangan, Najib Hamas juga mengapresiasi sikap Spanyol dalam menyuarakan berbagai isu kemanusiaan di tingkat internasional, termasuk dukungannya terhadap penyelesaian damai bagi Palestina. Menurutnya, kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan merupakan sikap yang patut dihargai.

“Olahraga memang berbeda dengan politik, tetapi nilai-nilai kemanusiaan adalah milik semua orang. Ketika sebuah negara menunjukkan kepedulian terhadap perdamaian dan hak-hak kemanusiaan, hal itu tentu menjadi sesuatu yang layak diapresiasi,” ungkapnya.

Najib menegaskan bahwa dukungannya kepada Spanyol tidak hanya didasarkan pada peluang meraih gelar juara, tetapi juga pada filosofi permainan yang mengutamakan kebersamaan serta apresiasinya terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang menurutnya patut dihormati.

Menjelang partai puncak Piala Dunia FIFA 2026, perhatian pecinta sepak bola dunia kini tertuju pada laga final yang akan mempertemukan Spanyol menghadapi Argentina pada Minggu, 19 Juli 2026, di New York New Jersey Stadium (MetLifeStadium), East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, stadion yang menjadi panggung penutup turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Bagi Najib Hamas, laga final tersebut bukan sekadar pertandingan memperebutkan trofi juara dunia. Lebih dari itu, pertandingan tersebut menjadi simbol pertemuan dua tradisi besar sepak bola dunia yang sama-sama memiliki sejarah, karakter, dan semangat juang yang tinggi.

“Argentina adalah tim besar dengan tradisi juara yang luar biasa. Namun saya berharap Spanyol mampu mengangkat trofi Piala Dunia 2026.Mereka menunjukkan bahwa kerja sama, disiplin, dan kekompakan mampu menjadi kekuatan utama dalam meraih kemenangan. Nilai-nilai itulah yang juga ingin kami tanamkan kepada seluruh peserta KEMBARA,” kata Najib Hamas.

Ia berharap pertandingan final berlangsung menarik, penuh sportivitas, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus membangun semangat kolaborasi, kepemimpinan, dan persatuan.

“Tim yang besar bukanlah tim yang hanya memiliki pemain hebat, tetapi tim yang mampu menyatukan seluruh potensi menjadi satu kekuatan. Semoga siapa pun yang menang memberikan teladan tentang sportivitas, dan saya berharap Spanyol mampu menutup turnamen ini dengan menjadi juara dunia,” tutup Najib Hamas. (IW)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button