
OLAHRAGA YANG DIISYARATKAN DALAM AL-QUR’AN
Oleh : KH. A’LA ROTBI, Lc., M.Pd.
Begitu holisticnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup Umat Islam perihal kesehatanpun telah dibahasnya, didalamnya memberikan tuntunan mengenai aktivitas fisik dan istirahat untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga.
Berikut adalah perihal Olahraga dan kesehatan bagi Manusia yang di isyaratkan dalam Al Qur”an :
1. Pentingnya Istirahat dan Tidur
Berdasarkan Qur’an Surat Al-Furqon ayat 47 :
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا
“Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian dan tidur untuk istirahat. Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.”
malam diciptakan sebagai “pakaian” (pelindung) dan waktu untuk tidur (subata) guna menenangkan serta memulihkan kestabilan tubuh.
Rasulullah SAW. mengajarkan etika tidur yang menyehatkan, seperti mematikan lampu (membantu hormon bekerja), posisi miring ke kanan, serta larangan tidur setelah Subuh dan Ashar.
Tidur juga merupakan waktu di mana ruh beristirahat menuju Allah dan otak berhenti sejenak dari beban pikiran yang berat.
2. Aktivitas Fisik dan Olahraga dalam Ibadah
– Gerak Siang Hari : manusia diperintahkan untuk bergerak di siang hari mencari karunia Allah di bumi (bekerja/dinamis), bukan hanya berdiam diri.
– Sholat sebagai Olahraga : Gerakan salat (takbir, ruku, sujud) memiliki manfaat medis yang besar, seperti melenturkan tulang punggung dan memperlancar sirkulasi darah.
– Wudhu : Praktik kebersihan sebelum salat ini sangat relevan untuk menjaga kesehatan fisik dari bakteri dan virus (seperti relevansinya di masa wabah Covid-19)
– Shaum (Puasa) : Puasa berfungsi mengistirahatkan sistem pencernaan dan mendetoksifikasi tubuh. Penting untuk mengikuti sunnah saat berbuka (dengan kurma/air) dan tidak berlebihan agar tidak justru merusak pencernaan.
3. Olahraga Fisik dan Spiritual
Haji dan Jihad
Ibadah Haji melibatkan banyak aktivitas fisik seperti jalan kaki (Sa’i) dan melempar jumroh. Sementara itu, persiapan fisik untuk membela agama meliputi anjuran olahraga memanah, berenang, dan menunggang kuda.
Kriteria Pemimpin : Al-Qur’an menyebutkan pemimpin ideal (seperti Thalut) harus memiliki kelebihan dalam ilmu (Ilmi) dan fisik (Jism).
4. Olahraga Otak dan Saraf melalui Al-Qur’an
Membaca dan mendengarkan Al-Qur’an adalah stimulus bagi saraf dan otak. Getaran saat menyimak ayat-ayat suci dapat memberikan efek ketenangan pada kulit dan hati (softness of the heart)
Waktu terbaik untuk mengolah pikiran dan saraf adalah di tengah malam melalui tahajud, karena suasana hening membuat pesan Al-Qur’an lebih mudah meresap ke dalam jiwa.
Kesimpulan :
Al-Qur’an tidak hanya mengatur urusan akhirat, tetapi juga memberikan isyarat lengkap tentang pola hidup sehat, mulai dari manajemen tidur, gerakan ibadah yang menyehatkan, hingga olahraga fisik dan mental yang paripurna
Sumber materi : https://youtu.be/FysWKDhwR84
Narasumber : K.H. A’la Rotbi, Lc., M.Pd
Perangkum : Syarief Hidayatullah



