Tiga Aset Utama PKS: Kader Militan, Struktur Solid dan Semangat Bekerjasama

SERANG — Ketua DPW PKS Banten H. M. Najib Hamas menegaskan tiga aset utama yang menjadi kekuatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yakni kader yang militan, struktur organisasi yang solid, serta semangat amal jama’i atau kerja sama.
Pesan tersebut disampaikan Najib Hamas saat menjadi inspektur apel penutupan Latihan Perempuan Siaga (Latansa) Tingkat Menengah 2 yang digelar di Kawasan Wisata Sumur Kenclong, Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Ahad (30/8/2026).
“PKS memiliki tiga aset penting, yaitu kader yang militan, struktur yang solid, dan semangat amal jama’i. Tiga hal ini harus terus dijaga dan diperkuat karena menjadi modal utama dalam menjalankan kerja-kerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Ketua DPW PKS Banten Najib Hamas.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 kader perempuan PKS se-Banten Barat tersebut merupakan program rutin Bidang Kepanduan dan Bela Negara bersama Bidang Kaderisasi Anggota Partai. Latansa menjadi ruang pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas kader perempuan, khususnya dalam semangat bela negara, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Najib mengapresiasi antusiasme para peserta yang tetap meluangkan waktu mengikuti kegiatan tersebut di tengah kesibukan menjalankan berbagai peran, baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai perempuan yang aktif dalam dunia kerja dan aktivitas sosial.
Menurut dia, kehadiran para kader dalam kegiatan pelatihan tersebut menunjukkan bahwa perempuan PKS memiliki militansi dan komitmen yang kuat terhadap organisasi.
“Di tengah kesibukan sebagai ibu, sebagai pekerja, dan berbagai aktivitas lainnya, para kader perempuan masih menyempatkan diri mengikuti Latansa. Ini menunjukkan militansi yang luar biasa. Militansi seperti inilah yang harus terus dirawat,” ujarnya.

Dalam rangkaian Latansa, para peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup penguatan keagamaan, organisasi, kesehatan, kemanusiaan, tanggap bencana, serta bela negara. Materi tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan wawasan, tetapi juga membentuk kesiapan mental dan fisik kader dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Najib berharap Latansa mampu melahirkan kader perempuan PKS yang semakin kuat dalam semangat pelayanan kepada masyarakat, semakin loyal dalam berorganisasi, serta semakin kokoh kecintaannya terhadap bangsa dan negara.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, kita berharap kader perempuan semakin siap hadir dan melayani masyarakat. Ketika ada persoalan sosial, bencana, maupun kebutuhan kemanusiaan, mereka tidak hanya memiliki kepedulian, tetapi juga memiliki kemampuan untuk turun dan memberikan solusi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Latansa Tingkat Menengah 2, Nurhalimah, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan kader perempuan, tetapi juga membangun ketahanan fisik dan mental.
Menurut dia, perempuan memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan organisasi dan kemasyarakatan yang terkadang membutuhkan kesiapan fisik, termasuk ketika terlibat dalam aksi kemanusiaan maupun penanganan bencana.
“Perempuan juga dituntut hadir dalam berbagai kegiatan organisasi dan kemasyarakatan yang membutuhkan kekuatan fisik. Ketika ada aksi kemanusiaan atau tanggap bencana, kebugaran fisik menjadi salah satu faktor pendukung,” ujar Nurhalimah.
Karena itu, lanjut dia, Latansa dirancang sebagai wadah untuk melatih kader perempuan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun mental.
“Di Latansa ini perempuan PKS dilatih secara fisik dan mental agar ketika masyarakat membutuhkan perannya, kader perempuan PKS sudah siap,” katanya.

Ia menambahkan, kesiapan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membentuk kader perempuan yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan bekal keagamaan, organisasi, kesehatan, kemanusiaan, tanggap bencana, dan bela negara, Latansa diharapkan semakin memperkuat karakter kader perempuan PKS sebagai kader yang tangguh, peduli, kolaboratif, dan siap terjun dalam berbagai kondisi di tengah masyarakat. (Kom)




