4 Pesan Najib Hamas untuk Kader PKS Banten
Di tengah bentang alam Taman Nasional Gunung Halimun Salak, kader PKS Kota Tangerang Selatan mengikuti Kemah Bela Negara (Kembara) pada 21–23 Agustus 2026.
Suasana pegunungan, udara terbuka, tenda-tenda peserta, serta rangkaian kegiatan lapangan menjadi bagian dari proses pembinaan yang tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga membangun karakter, kebersamaan, dan kesiapan kader menghadapi perubahan zaman.
Dalam apel pembukaan kegiatan tersebut, Ketua DPW PKS Banten HM. Najib Hamas, SE., MM. menyampaikan empat bekal penting yang perlu terus tumbuh dalam diri setiap kader PKS.

1. Terus Meningkatkan Potensi Diri
Menurut Najib, seorang kader tidak boleh berhenti belajar dan berkembang, kemampuan, wawasan, keterampilan, serta kualitas pribadi merupakan modal penting agar kader dapat memberikan kontribusi yang semakin besar di tengah masyarakat.
Kualitas diri membuat seseorang bukan hanya hadir, tetapi juga mampu memberi arti, karena itu, proses kaderisasi semestinya melahirkan pribadi-pribadi yang terus meningkatkan kapasitasnya, semakin profesional, dan siap mengambil peran ketika masyarakat membutuhkan.
2. Mampu Beradaptasi dengan Perubahan
Zaman terus bergerak. Masyarakat berubah, teknologi berkembang, dan iklim politik pun mengalami dinamika, karena itu, kader PKS dituntut tidak berhenti pada pola-pola lama.
Najib mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang adaptif: mampu membaca perubahan, belajar dari keadaan, serta menemukan cara-cara baru untuk tetap menghadirkan manfaat. Beradaptasi bukan berarti kehilangan prinsip, justru nilai dan prinsip yang kuat perlu diterjemahkan melalui cara-cara yang relevan dengan kebutuhan zaman.
3. Bangun Kolaborasi, Karena Bangsa Tidak Bisa Dibangun Sendirian
Membangun bangsa, menurut Najib, tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang, satu kelompok, satu komunitas, bahkan satu partai saja, dibutuhkan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, karena itulah kader PKS perlu memiliki kemampuan membuka ruang komunikasi, membangun kepercayaan, bekerja bersama, dan memperluas jejaring kebaikan.
Perbedaan tidak harus menjadi jarak. Dalam banyak hal, justru kolaborasi dapat menjadi jalan untuk mempertemukan energi terbaik bagi masyarakat. Kerja besar membutuhkan banyak tangan, kemajuan membutuhkan kebersamaan.
4. Jangan Lelah Melakukan Refleksi dan Evaluasi
Tidak semua perjalanan berjalan sempurna, ada keberhasilan yang perlu disyukuri, ada kekurangan yang perlu diperbaiki, dan ada pengalaman yang harus dijadikan pelajaran.
Karena itu, Najib mengajak kader menyediakan waktu untuk melakukan refleksi dan evaluasi, evaluasi bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk menemukan apa yang bisa diperbaiki, dari situlah langkah berikutnya dapat disusun dengan lebih baik, lebih matang, dan lebih efektif.

Dari Halimun Salak, Membawa Bekal untuk Pengabdian
Kembara yang digelar di Taman Nasional Gunung Halimun Salak pada 21–23 Agustus 2026 menjadi lebih dari sekadar kegiatan berkemah.
Di tengah alam terbuka, para peserta diajak kembali melihat diri, menguji kesiapan, memperkuat kebersamaan, sekaligus membawa pulang empat bekal utama: meningkatkan potensi, adaptif terhadap perubahan, membangun kolaborasi, serta rajin melakukan refleksi dan evaluasi.
Sebab pada akhirnya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga oleh kualitas manusia yang terus bertumbuh di dalamnya.
Kemah boleh selesai, tenda nanti akan dibongkar, peserta akan kembali ke aktivitas masing-masing., namun semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih adaptif, lebih terbuka untuk berkolaborasi, dan tidak pernah berhenti mengevaluasi diri harus terus dibawa pulang.
Dari Halimun Salak, menguatkan langkah untuk pelayanan.
Banten Jawara, PKS Juara.
Bersama Majukan Banten untuk Indonesia.




