Kabar Wilayah

MALU BERTANYA SESAT DI JALAN, BERANI BERTANYA DAPAT DURIAN

Suasana jadi riuh saat sesi tanya jawab, penyebabnya setiap penanya diberi hadiah berupa buah durian

Suasana sesi materi pertama Kemah Bela Negara (KEMBARA) DPD PKS Kabupaten Tangerang awalnya berjalan sebagaimana forum pelatihan pada umumnya. Ketua DPW PKS Banten, H. M. Najib Hamas, menyampaikan materi tentang kepemimpinan di hadapan para peserta dengan penuh khidmat.

Namun, ada satu momen yang benar-benar mengubah suasana. Ketika sesi tanya jawab dibuka, Ketua DPW PKS Banten yeng bertindak sebagai pemateri tiba-tiba mengeluarkan beberapa butir durian matang. Bukan sekadar pajangan atau contoh ilustrasi, melainkan hadiah bagi peserta yang berani mengajukan pertanyaan.

Spontan, suasana yang semula tenang berubah riuh. Peserta yang tadi mulai menguap langsung kembali tegak duduk. Mata yang sempat terasa berat mendadak berbinar. Tangan-tangan pun mulai terangkat tinggi, berharap mendapat kesempatan bertanya sekaligus membawa pulang “raja buah”.

Ternyata, strategi itu ampuh. Forum menjadi lebih hidup, diskusi semakin interaktif, dan tawa sesekali pecah ketika peserta saling menyemangati agar berani angkat tangan.

Tentu saja, durian yang tersedia tidak sebanyak jumlah peserta. Hanya beberapa orang yang beruntung mendapat kesempatan bertanya sekaligus menerima hadiah.

Salah satunya adalah Budi. Wajahnya sumringah saat menerima durian langsung dari Ketua DPW PKS Banten. Kebahagiaannya bertambah ketika mengetahui bahwa durian tersebut merupakan hasil panen petani lokal dari wilayah Cinangka, Kabupaten Serang.

“Rasanya bukan cuma senang karena dapat durian, tapi juga bangga karena ini durian asli petani Banten,” ujarnya sambil tersenyum.

Salah satu peserta Budi, terlihat sumringah saat mendapat hadiah Buah Durian dari H. Najib Hamas (Foto : Ayip)

Momen sederhana itu membuktikan bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung kaku. Sedikit kejutan mampu mencairkan suasana, mengusir kantuk, sekaligus membuat peserta lebih berani menyampaikan gagasan.

Kalau biasanya ada istilah ice breaking, kali ini mungkin lebih tepat disebut durian breaking.

Dari peristiwa tersebut, pepatah lama seolah mendapat versi baru. Jika dahulu kita mengenal, “Malu bertanya sesat di jalan,” maka di KEMBARA muncul ungkapan yang tak kalah menarik:

“Malu bertanya sesat di jalan, berani bertanya dapat durian.”

Siapa sangka, keberanian mengangkat tangan ternyata bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menambah aroma harum durian di tenda perkemahan.

Oleh : Kang Ayip

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button