Belajar dari Sang Juara: Ketika Ego Dikalahkan oleh Kerja Sama
Oleh: HM. Najib Hamas, SE., MM. Ketua DPW PKS Banten

Final Piala Dunia 2026 semalam memberikan pelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar siapa yang mengangkat trofi. Spanyol memang keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Namun, di balik kemenangan itu, ada satu nilai yang sangat layak kita renungkan: kerja sama selalu lebih kuat daripada ego pribadi.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika Lamine Yamal memilih untuk tidak memaksakan diri menjadi pahlawan. Dalam sebuah peluang emas, ia memiliki kesempatan mengeksekusi sendiri, tetapi memilih mengirim umpan ke tengah karena melihat rekannya berada pada posisi yang lebih leluasa. Itulah sepak bola modern. Yang dicari bukan siapa yang paling bersinar, melainkan bagaimana tim memiliki peluang terbaik untuk menang.
Dalam kehidupan, organisasi, maupun perjuangan politik, prinsip ini juga berlaku. Tidak semua peluang harus diselesaikan sendiri. Terkadang, keberhasilan justru lahir ketika kita rela memberi ruang kepada orang lain yang sedang berada pada posisi terbaik untuk menuntaskan pekerjaan.
Saya memang sempat memprediksi skor 2-0 untuk Spanyol. Prediksi itu ternyata tidak tepat. Namun, ketika satu gol Spanyol sempat dianulir karena offside, rasanya skor 2-0 itu sempat berada di depan mata sebelum akhirnya takdir pertandingan berkata lain. Sepak bola memang penuh kejutan, dan justru di situlah letak keindahannya.
Kemenangan Spanyol menjadi bukti bahwa sebuah tim tidak dibangun oleh sebelas pemain hebat yang berjalan sendiri-sendiri. Tim juara dibangun oleh sebelas pemain yang saling percaya, saling menguatkan, dan rela menekan ego demi kepentingan bersama.
Semoga semangat itu juga menjadi inspirasi bagi kita semua. Di mana pun kita berada—dalam keluarga, organisasi, tempat kerja, maupun dalam melayani masyarakat—mari lebih mengutamakan kolaborasi daripada ambisi pribadi. Karena sejarah selalu mencatat, kemenangan terbesar bukan milik mereka yang ingin tampil paling depan, melainkan milik mereka yang mampu berjalan bersama. (IW)




