Nusantara
Berisi informasi seputar PKS secara nasional (DPP, DPW PKS Provinsi selain Banten, DPD/DPC/DPRa selain provinsi Banten)
-
Tak Ada Kata Libur Menangkan Anies-Sandi
Jakarta (29/3) – Bagi Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) khususnya di DKI Jakarta, tidak mengenal kata libur dan tanggal merah.…
Read More » -
Fraksi PKS Tegaskan Penyelenggara Pilkada, Hati-Hati Dengan Dugaan Kecurangan Sistemik
Jakarta (20/3) – Kebijakan Komisi Pemiliah Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta berkaitan dengan tidak mewajibkannya Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pada…
Read More » -
Dilantik Jadi Anggota MPR, Mardani Mohon Doa Agar Amanah
Jakarta (20/3) – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan melantik pengambilan sumpah serta janji terhadap 3 (tiga) Anggota MPR RI di…
Read More » -
Kerusakan Terumbu Karang di Raja Ampat Bentuk Kelalaian Kolektif
Jakarta (16/3) – Anggota Komisi VII DPR RI Rofi Munawar menilai rusaknya ekosistem terumbu karang di Raja Ampat, Papua, oleh…
Read More » -
Duka Mendalam Fraksi PKS atas Wafatnya KH Hasyim Muzadi
Jakarta (16/3) – Kabar meninggalnya KH. Hasyim Muzadi pada hari Kamis 16 Maret 2017, membawa duka mendalam bagi bangsa Indonesia,…
Read More » -
PKS Beri Perhatian Khusus Daerah Rawan Bencana
Depok (8/3) – Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Fahmi Alaydroes, menyampaikan amanah…
Read More » -
Pejabat Publik dari PKS Diinstruksikan Advokasi Rakyat
Depok (6/3) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menginstruksikan kadernya yang menjadi pejabat publik untuk intensif melakukan pembelaan terhadap masyarakat. Sebab banyak kebijakan pemerintah yang harus dikoreksi. Hal tersebut dikatakan Sohibul Iman dalam sambutannya di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Senin (6/3/2017). Di depan 800-an pengurus dan anggota legislatif PKS dari tingkat pusat hingga provinsi, Sohibul Iman mengatakan, khidmat bagi PKS terdiri dari tiga level, yaitu pelayanan, pemberdayaan dan advokasi atau pembelaan. “Saya percaya, kader semua dalam bab pelayanan tidak perlu diajari lagi, karena itu adalah rutinitas kita semua. Seperti sekarang ketika terjadi bencana, kader semua melakukan pelayanan kepada rakyat,” ujar Sohibul Iman. Mantan wakil ketua DPR RI ini juga mengatakan, di aspek pemberdayaan PKS juga sudah banyak bergerak. PKS menurutnya harus mengefektifkan tindak lanjut pemberdayaan tersebut. Dia mendorong agar kader PKS belajar dari pemberdayaan yang dilakukan calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Shalahuddin Uno melalui program OK Oce. “Dari sisi advokasi, saya meminta kepada seluruh pejabat publik kita untuk melakukan ini, lakukan advokasi kebijakan dan advokasi secara hukum. Hari ini, posisi kita ada di luar pemerintahan, sehingga fungsi advokasi harus benar-benar dilakukan,” imbuhnya. Lebih lanjut bahkan menurutnya, banyak kebijakan dari pemerintah dan hukum saat ini yang masih harus dikoreksi. “Karena itu saya meminta kepada antum semua untuk benar-benar melakukan advokasi dari ketiga level khidmat yang kita lakukan ini,” pungkas Sohibul Iman.
Read More » -
Muhammadiyah: Harapan Umat kepada PKS Sangat Tinggi
Depok (7/3) – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan harapan Umat Islam kepada PKS sangatlah tinggi. Sebab, PKS membangun kultur berorganisasi lebih karena faktor moral dan institusi kelembagaan (moral and institutional capital), bukan dengan finansial kelembagaan (financial institution). “Harapan umat Islam kepada PKS sangat tinggi, karena partai ini nampaknya perjuangannya didukung, tidak oleh financial capital tapi moral dan institutional capital, dan itu yang dimiliki PKS dengan ideologinya yang luar biasa,” jelas Abdul Mu’ti dalam Diskusi Leadership Talk Rakornas PKS 2017 di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3). Di sisi lain, Muhammadiyah, tambah Abdul Mu’ti, tidak bisa sendiri dalam rangka meneguhkan identitas di tengah masyarakat yang majemuk. PKS, tambahnya, memiliki peluang untuk melengkapi peran tersebut dan bersinergi agar umat Islam lebih berani untuk masuk ke wilayah politik. Oleh karena itu, Abdul Mu’ti menilai banyak kerjasama yang bisa dilakukan antara PKS dengan Muhammadiyah dalam rangka mewujudkan kematangan dalam berdemokrasi dan soal-soal kenegaraan lainnya. Termasuk juga yang berkaitan dengan persoalan Pilkada DKI putaran kedua. “Banyak sinergi yang bisa dibangun, karena Muhammadiyah bukan partai politik maka hanya menitip lewat partai politik. Termasuk juga pada persoalan pilgub. Di Muhammadiyah jelas, pilihlah pemimpin yang jelas keberpihakannya terhadap dakwah dan umat Islam,” jelas doktor dari Flinders University, Australia, ini. Diketahui, Diskusi Leadership Talk ini merupakan rangkaian acara Rakornas PKS 2017 mulai dari 6 hingga 8 Maret 2017. Selain Abdul Mu’ti, hadir pula tokoh-tokoh bangsa lain, seperti Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI), Rizal Ramli (Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid), Irwan Prayitno (Gubernur Provinsi Sumatera Barat), Mohamad Sohibul Iman (Presiden PKS). Rakornas PKS 2017 adalah salah satu sarana untuk konsolidasi nasional yang juga dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas para pengurus hingga level provinsi.
Read More » -
Pendukung Agus-Sylvi Sama-sama Hendaki Perubahan
JAKARTA (5/3) — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai pengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sudah menjalin komunikasi intens dengan partai politik…
Read More » -
Majelis Syura Sahkan Amandemen Platform Kebijakan Pembangunan PKS
JAKARTA (5/3) — Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru saja menggelar Musyawarah Majelis Syura (MMS) V di kantor DPP…
Read More »