AKHIR TAHUN, FRAKSI PKS BANTEN AJAK MAHASISWA DAN AWAK MEDIA EVALUASI PEMERINTAHAN BANTEN

AKHIR TAHUN, FRAKSI PKS BANTEN AJAK MAHASISWA DAN AWAK MEDIA EVALUASI PEMERINTAHAN BANTE
SERANG. FRAKSIPKSBANTEN – Bagi Kebanyakan orangaAkhir tahun menjadi momentum untuk merefleksi diri, bagaimana perjalanan tahun sebelumnya menjadi pelajaran berarti untuk menjalani tahun berikutnya agar lebih baik. Demikian juga dengan Fraksi PKS DPRD Banten, akhir tahun 2025 ini dimanfaatkan dengan menggelar Forum Diskusi denga tema “Banten kemarin dan Banten Esok”.
Diskusi tersebut sebagai refleksi perjalanan Pemerintahan Banten selama tahun 2025 dengan menghadirkan Anggota Fraksi PKS Banten, Awak Media dan Aktivis Mahasiswa yang digelar di ruang rapat Fraksi PKS Banten (Selasa, 30 Desember 2025)
Mahasiswa dan Awak media mengapresiasi Fraksi PKS Banten atas konsistensinya dalam menggelar Forum Aspirasi baik yang rutin setiap hari selasa maupun kegiatan diskusi secara berkala termasuk Diskusi Akhir tahun ini.
Juheni M Rois menyampaikan tujuan Diskusi tersebut sebagai Upaya Fraksi PKS secara terbuka menerima masukan dan evaluasi untuk Pemerintahan Provinsi Banten baik bagi eksekutif maupun legislatif.
“Forum ini menjadi budaya kami Fraksi PKS, bagaimana pentingnya masukan dari teman-teman Mahasiswa dan Media agar pemerintagan kedepan lebih baik lagi, dan tentu dari hasil diskusi ini akan menjadi catatan kami kedepan dan sekiranya ada yang perlu disampaikan kepada Pemerintahan Provinsi, maka akan kami sampaikan” Ungkap Juheni.
Fraksi PKS Banten sendiri menilain Pemerintahan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah yang sudah berjalan kurang lebih 10 bulan sudah banyak peningkatan baik dalam kenaikan Angka Pertumbuhan Ekonomi maupun Pembangunan infrastruktur seperti adanya program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera) sudah berjalan dan sangat dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat Banten,
Namun juga ada catatan-catatan bagi pemerintahan provinsi sebagaimana yang disampaikan oleh Anggota Fraksi PKS yang hadir, permasalahan tersebut berangkat dari daeah pemilihannya masing-masing, Seperti di Tangsel penanganan Sampah yang belum maksimal, di Lebak lemahnya pemerintah mengatasai para penambang illegal, di Kabupaten Serang juga menyoal Perusahaan tambang yang belum tertib, pengangguran dan Angka kriminalitas yang tinggi, sedangkan di Kota Serang banyak Sungai dan saluran air tersumbat akibat penyempitan dan sampah, di Pandeglang kesejahteraan petani dan infrastruktur jalan dan Gedung Sekolah.

Kehadiran mahasiswa dan awak media juga turut membuat forum diskusi menjadi lebih hidup, Aktivis Mahasiwa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banten menyoroti Program Sekolah Gratis yang realisasinya belum maksimal dan masih banyak hal teknis yang harus diperbaiki. Senada dengan Mahasiswa, Awak Media juga menyoroti skema sekolah Gratis yang harus di evaluasi dan Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum maksimal karena masih mengandalkan Pajak Kendaraan Bermotor sementara asset Banten sangat banyak yang bisa diuangkan.
Menutup Diskusi tersebut, Sekretaris Fraksi PKS Banten Juheni M Rois mengapresiasi masukan dari Aktivis Mahasiwa dan Awak Media yang secara detail menyampaikan point-point yang menjadi perbaikan kedepan bagi Pemerintah Provinsi Banten baik pada wilayah kebijakan Legislatif maupun Eksekutif.



