Didaulat Nahkodai Gema Keadilan Banten, Juhri Siap Ambil Peran Wujudkan Banten Tanpa Korupsi
Selain Ketua GK Banten, delapan nama lainnya ditetapkan sebagai ketua GK kota/kabupaten se-Banten

SERANG β Juhri resmi didaulat memimpin Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Generasi Muda Keadilan (Gema Keadilan) Provinsi Banten periode 2026β2031. Anggota DPRD Kota Serang tersebut menyatakan kesiapannya menjadikan Gema Keadilan sebagai wadah gerakan anak muda yang mampu melahirkan gagasan, menghadirkan aksi nyata, dan berkontribusi dalam mewujudkan Banten yang maju, adil, merata, serta bebas dari korupsi.
Penetapan Juhri sebagai Ketua DPW Gema Keadilan Banten tertuang dalam Surat Keputusan Gema Keadilan Pusat yang ditandatangani langsung Ketua Gema Keadilan Pusat, Rahmat Saleh. Pengukuhan kepengurusan dilaksanakan pada Ahad (4/10/2026) di salah satu hotel di Kota Serang, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Provinsi Banten.

Pengukuhan tersebut disaksikan Ketua Dewan Pembina Gema Keadilan Banten yang juga Ketua DPW PKS Banten, Najib Hamas, Ketua Gema Keadilan Pusat Rahmat Saleh, serta Ketua Gema Keadilan Banten demisioner Ahmad Sapri.
Juhri menegaskan, kepemimpinan baru Gema Keadilan Banten tidak boleh berhenti pada pergantian struktur organisasi. Menurutnya, organisasi harus menjadi ruang aktualisasi generasi muda untuk menerjemahkan gagasan menjadi gerakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
βBersama kepengurusan yang akan kami susun, kami siap membawa setiap gagasan menjadi gerakan, dan gerakan menuju perubahan. Gema Keadilan harus hadir sebagai bagian dari kekuatan anak muda yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Banten,β ujar Juhri.
Ia juga menegaskan komitmen organisasinya untuk mengambil peran dalam mendukung agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah.

Menurut Juhri, generasi muda memiliki posisi strategis dalam mendorong terwujudnya Banten yang maju, berkeadilan, dan merata, sekaligus memperkuat budaya antikorupsi. Peran tersebut dapat dilakukan melalui penguatan kapasitas kepemimpinan, pendidikan politik, partisipasi publik, serta gerakan sosial yang mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih.
βAnak muda tidak cukup hanya menjadi penonton pembangunan. Kita harus berani mengambil peran, mengawal kebijakan publik, menghadirkan solusi, dan membangun budaya integritas. Banten yang maju harus dibangun dengan keadilan dan komitmen nyata untuk melawan korupsi,β tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Gema Keadilan Banten, Najib Hamas, mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi dan kekuatan opini di media sosial.
Menurut Najib, media sosial dapat menjadi sarana penyebaran informasi dan pendidikan publik. Namun, pada saat yang sama, pembentukan opini yang tidak bertanggung jawab berpotensi membalikkan persepsi masyarakat terhadap suatu persoalan, sehingga sesuatu yang salah seolah-olah dianggap benar, sementara kebenaran justru dipertanyakan.
βIni menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Mereka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi, tetapi tetap berpegang pada prinsip kebenaran. Jangan sampai hanya mengikuti arus opini yang ramai di media sosial, padahal jauh dari nilai kebenaran,β ujar Najib.
Ia menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki keberanian untuk mempertahankan prinsip. Menurutnya, Gema Keadilan harus mampu membentuk kader yang tidak hanya cakap berkomunikasi, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tanggung jawab publik.

Ketua Gema Keadilan Pusat, Rahmat Saleh, dalam arahannya menekankan bahwa Gema Keadilan ke depan harus menjadi inkubator kepemimpinan muda yang mampu melahirkan figur-figur berkapasitas, tangguh, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Rahmat juga mendorong agar Gema Keadilan mengembangkan gerakan yang inklusif dan terbuka. Organisasi, kata dia, harus mampu mengakomodasi potensi generasi muda dari berbagai latar belakang agar memiliki ruang untuk berkembang dan mengambil peran lebih besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
βGema Keadilan harus menjadi inkubator kepemimpinan muda yang mampu meningkatkan kapasitas dan daya tahan para kader. Gerakannya harus inklusif, terbuka, serta mampu mengakomodasi potensi anak muda agar kontribusinya bagi bangsa, negara, dan agama semakin besar,β ujar Rahmat.
Selain mengukuhkan Ketua DPW Gema Keadilan Banten periode 2026β2031 beserta jajaran pimpinan harian, kegiatan tersebut juga menetapkan delapan ketua Gema Keadilan tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Delapan nama yang ditetapkan yakni Burhani Farid Hardi sebagai Ketua Gema Keadilan Kabupaten Tangerang, M. Fitra Mujadid sebagai Ketua Gema Keadilan Kota Tangerang, Lentra Aji Syahputra sebagai Ketua Gema Keadilan Kabupaten Serang, dan Hendra Alamsyah sebagai Ketua Gema Keadilan Kota Tangerang Selatan.
Selanjutnya, Ammar Abi Dzar memimpin Gema Keadilan Kota Cilegon, Fatih Fida Ain memimpin Gema Keadilan Kota Serang, Dede Sumantri kembali dipercaya memimpin Gema Keadilan Kabupaten Pandeglang, serta Erik Hertana menakhodai Gema Keadilan Kabupaten Lebak.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Gema Keadilan Banten diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas partisipasi generasi muda, serta menghadirkan gerakan kepemudaan yang produktif, inklusif, dan berorientasi pada perubahan nyata bagi masyarakat Banten. (YIP)




