KPU dan PKS Banten bangun koordinasi untuk Pemutakhiran Data Pemilih, Dorong Partisipasi Gen Z

SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten melakukan kunjungan ke Kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Banten, Rabu (19/8/2026), dalam rangka koordinasi pemutakhiran data pemilih melalui partai politik sebagai peserta pemilu.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua KPU Provinsi Banten Mohamad Ihsan dan diterima Ketua DPW PKS Banten Najib Hamas, Sekretaris Arif Wibowo, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) Sanuji Pentamarta, Ketua Bidang Politik, Hukum dan HAM Hilmi Fuad, Ketua Bidang Advokasi Partai Diyah Nur Aeni serta jajaran pengurus DPW PKS Banten.

Mohamad Ihsan mengatakan, KPU Banten memiliki kewajiban memberikan pelayanan kepada seluruh partai politik sebagai peserta pemilu, termasuk PKS, terutama dalam mendukung proses pemutakhiran data pemilih.
“KPU Banten sebagai penyelenggara pemilu harus dapat melayani partai politik sebagai objek layanan peserta pemilu, termasuk PKS di dalamnya,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Ihsan juga memberikan apresiasi terhadap tertibnya administrasi yang dilakukan PKS Banten. Menurut dia, ketertiban administrasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung koordinasi antara penyelenggara pemilu dan partai politik.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Banten Najib Hamas menegaskan kesiapan PKS untuk berkolaborasi dengan KPU Banten dalam meningkatkan partisipasi pemilih, khususnya dari kalangan pemilih pemula dan generasi Z.
Najib mengatakan PKS memiliki perhatian khusus terhadap keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Hal itu salah satunya diwujudkan melalui program Join PKS yang menyasar kalangan anak muda.
“PKS akan berkolaborasi dengan KPU Banten dalam meningkatkan angka partisipasi pemilih pemula atau Gen Z,” ujar Najib.
Ia mengatakan, generasi muda merupakan kekuatan penting dalam keberlangsungan demokrasi. Karena itu, keterlibatan pemilih pemula tidak cukup hanya didorong untuk datang ke tempat pemungutan suara, tetapi juga perlu dibekali pemahaman politik agar mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab.
“PKS menjadi partai dengan pemilih kaum muda terbanyak dan hal ini akan menjadi kekuatan bagi PKS untuk merawat partisipasi para pemilih pemula agar melek politik dan terlibat aktif dalam menjaga demokrasi yang sehat,” katanya.

Najib berharap koordinasi antara KPU Banten dan PKS tidak berhenti pada pemutakhiran data pemilih, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang dapat memperkuat pendidikan politik dan meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam demokrasi.
Pertemuan KPU Banten dan DPW PKS Banten tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih intensif antara penyelenggara pemilu dengan partai politik, sehingga proses demokrasi di Banten dapat berjalan semakin tertib, transparan, dan partisipatif.




