FRAKSI PKS BANTENKabar Wilayah

Rispanel Arya dan Nobar Piala Dunia di Komplek Perumahan: Sebuah Cerita tentang Kebersamaan dan Taat Aturan

Oleh: Iwan Setiawan Tim Redaksi Komdigi PKS Banten

Malam itu, di tengah aktivitas menyusun berbagai konten publikasi DPW PKS Banten, sebuah pesan WhatsApp masuk ke ponsel saya. Pengirimnya adalah Rispanel Arya, Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga DPW PKS Banten sekaligus Anggota DPRD Provinsi Banten.

Pesan itu bukan sekadar berisi dokumentasi kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 yang telah ia selenggarakan di lingkungan komplek perumahannya. Lebih dari itu, ia menyampaikan alasan mengapa dokumentasi kegiatan tersebut baru dikirimkan beberapa hari setelah pertandingan usai.

“Mohon maaf baru hari ini saya sempat mengirimkan dokumentasi nobar kepada teman-teman Komdigi. Setelah kegiatan selesai, masih ada beberapa persoalan warga yang harus saya selesaikan. Sebagai wakil rakyat, saya merasa tugas melayani masyarakat harus menjadi prioritas,” tulis Rispanel.

Membaca pesan itu, saya justru melihat sisi lain dari seorang wakil rakyat. Di tengah euforia Piala Dunia yang ramai memenuhi media sosial, ia memilih menyelesaikan amanah kepada masyarakat terlebih dahulu sebelum membagikan kegembiraan yang ia rasakan.

Rispanel kemudian bercerita mengenai suasana nobar yang digelar di lingkungan komplek perumahannya. Tidak ada panggung mewah ataupun hiburan berlebihan. Warga berkumpul dengan penuh keakraban, menikmati pertandingan final sambil bercengkerama. Ia bahkan menyediakan kopi gratis dan jagung bakar untuk dinikmati bersama.

“Tidak banyak yang bisa saya berikan kepada warga. Hanya kopi hangat dan jagung bakar. Tapi melihat bapak-bapak, para pemuda, dan warga menikmati pertandingan bersama dengan penuh kegembiraan, bagi saya itu sudah menjadi kebahagiaan yang luar biasa,” ungkapnya.

Kalimat sederhana itu menggambarkan bahwa kebersamaan tidak selalu harus diwujudkan dalam acara yang besar dan mahal. Terkadang, secangkir kopi, jagung bakar, dan layar proyektor di tengah lingkungan perumahan sudah cukup menghadirkan suasana hangat yang mempererat silaturahmi antarwarga.

Di balik kemeriahan tersebut, ada satu hal yang menurut saya patut menjadi perhatian. Sebelum menggelar nobar, Rispanel memilih menempuh jalur yang benar dengan mengurus hak tayang resmi melalui program Bola Gembira TVRI. Karena kegiatan dilaksanakan di ruang publik, ia merasa penyelenggara harus menghormati aturan yang berlaku.

“Saya ingin kegiatan ini berjalan dengan baik dan legal. Karena nobar dilakukan di ruang publik, kami mendaftarkan kegiatan ini melalui program resmi TVRI sehingga memperoleh hak tayang. Ini juga menjadi pembelajaran bahwa kita bisa menikmati sepak bola bersama tanpa mengabaikan aturan,” jelasnya.

Bagi saya, langkah tersebut merupakan bentuk keteladanan. Kepatuhan terhadap aturan sering kali dianggap hal kecil, padahal justru dari sikap seperti inilah kepercayaan masyarakat dibangun. Menjadi pemimpin bukan hanya tentang mengajak orang berbuat baik, tetapi juga memberi contoh nyata dalam menaati ketentuan yang berlaku.

Di penghujung ceritanya, Rispanel tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya sebagai pecinta sepak bola.

“Alhamdulillah, tim favorit saya, Spanyol, berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Argentina. Rasanya lengkap. Bisa menikmati pertandingan bersama warga, suasananya hangat, dan tim kesayangan juga menang.”

Saya bisa membayangkan bagaimana riuh sorak-sorai warga saat peluit panjang dibunyikan. Malam itu bukan sekadar malam final Piala Dunia, tetapi menjadi momen yang mempertemukan banyak orang dalam suasana penuh persaudaraan.

Sebelum mengakhiri pesan WhatsApp-nya, Rispanel juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Komdigi PKS Banten.

“Terima kasih kepada teman-teman Komdigi PKS Banten yang sudah membantu mempublikasikan kegiatan nobar ini melalui media sosial DPW. Semoga semangat kebersamaan seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat.”

Sebagai bagian dari Tim Redaksi Komdigi PKS Banten, saya menilai apa yang dilakukan Rispanel Arya layak diapresiasi. Bukan semata karena berhasil menyelenggarakan nobar yang meriah, melainkan karena ia menunjukkan bahwa kebersamaan dapat berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan. Ia mendahulukan tugasnya sebagai pelayan masyarakat, menghadirkan ruang silaturahmi bagi warga, dan memberikan teladan dengan mengurus izin hak tayang secara resmi sebelum menggelar kegiatan di ruang publik.

Di tengah semarak Piala Dunia, mungkin inilah kemenangan yang sesungguhnya. Ketika sepak bola menjadi perekat persaudaraan, dan seorang pemimpin menunjukkan bahwa memberi teladan dimulai dari hal-hal sederhana. Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak hanya mengingat siapa yang menjadi juara di lapangan, tetapi juga siapa yang mampu menghadirkan kebersamaan dengan cara yang benar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button